Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style6

Tanyakan Pada Koruptor

Puisi Anti Korupsi
Oleh Eka Rinika

Tanyakan pada Koruptor
Mau dibawa kemana uang rakyat
Mengapa setelah merampok mengibas senyum di beranda kaca
Tanyakan pada Koruptor
Mengapa selalu menelan hak-hak rakyat
Kebahagian sendiri baginya adalah lebih penting
Padahal kebahagian itulah kenistaan sejati
Tanyakan pada Koruptor
Mengapa tak risaukan jeritan si jelata
Menangis dalam perihnya kehidupan
Tanyakan pada Koruptor
Mengapa menghilang dalam janji
Mengapa memberi harapan bertubi
Tanyakan pada Koruptor
Suap menyuap adalah arena kejahatan
Menyediakan gratifikasi bila selesai berhajat
Tanyakan pada Koruptor
Mengapa mengharu biru dalam reality show
Mengumbar biografi kehidupan seolah malaikat
Padahal si Fir’aun
Tanyakan pada Koruptor
Mengapa mesti berjalan di atas red karpet
Padahal jalanan rakyat becek tak beraspal
Tak mau dijejakinya
Tanyakan pada Koruptor
Mengapa tak soalkan si penyandang cacat untuk disantuni
Mengapa berfoya-foya dengan wanita malam
Tanyakan pada Koruptor
Mengapa tak membuka jendela saat rakyat menengadah tangan
Mengapa begitu angkuh dan arogan
Tanyakan pada Koruptor
Bila rakyat diam
Bukan berarti kehidupan kan punah
Tanyakan pada Koruptor
Tahujudnya rakyat adalah doa-doa
Agar niscaya Koruptor masuk penjara keabadian

Penulis adalah aktivis GaSAK Bireuen dan Anggota LPMSA Universitas Almuslim

Sajak Koruptor

Puisi Anti Korupsi
Oleh Eka Rinika

Kepada siapa pun ku narasikan
Koruptor seharusnya dibakar hidup-hidup
Dia tak layak bercengkrama dengan kami
Goresan kepura-puraan sangat tampak di wajahnya
Panti asuhan hanya label menyembunyikan kejahatannya
Hibah darinya disiarkan ke penjuru negeri
Padahal harta miliknya kepunyaan masyarakat yang hidup di lingkup sepi
Musim kemarau semakin panas berkeringat
Koruptor dikipas oleh para dayang-dayang
Kering kerongkongan bayi-bayi yang baru beberapa bulan berada pada alam nyata
Tak ada asupan gizi yang cukup untuknya
Karena ibu dan ayahnya kurang mampu memberinya makanan yang layak
Seharusnya syair kecil tentang ratapan tak lagi ku dengar
Dan aku ingin lihat canda tawa saudara-saudaraku
Duhai Koruptor, tataplah kami
Adakah wajah-wajah keceriaan melukis pelupuk mata ini?
Yang ku dapat hanya derai air mata pada setiap peluh
Masih suci hati kami, masih lugu jiwa kami, senantiasa sujud dalam ibadah
Gerimis tak pernah lagi biarkan kesejukannya menyentuh rongga keikhlasan
Koruptor dosamu tak bisa dihitung telah berdebu
Kepada siapa pun ku narasikan
Koruptor pantas mati seperti babi
Aku tak kan pernah puas mencibirimu


Penulis adalah aktivis GaSAK Bireuen dan Anggota LPMSA Universitas Almuslim

Kusebut Namamu, Koruptor

Puisi Anti Korupsi
Oleh Eka Rinika

Kusebut namamu, Koruptor
Pemakan darah rakyat, tanpa belas kasih
Pewaris tahta kekayaan melimpah
Dari hasil menjaja rejeki pinggiran
Haram dan api membakar tubuhmu

Koruptor! Koruptor! Kapan rinduku membuncah
Mendekap dalam hilir tak pernah padam
Rindu denganmu ingin kau bertemu bala
Rindu denganmu ingin kau meregang nyawa

Kusebut namamu, Koruptor
Koruptor kerja tak kenal siang maupun malam
Mengembara menjelajahi setiap sudut ratapan kecil
Pemberi gulita pada kehidupan-kehidupan baru
Wahai, koruptor manusia tersesat
Tidakkah cinta dan perasaan tega itu masih menggelayut dihatimu?
Miris sekali pemandangan kampung setelah kau telan hak-hak kami

Koruptor! Koruptor! O pemahat sejati
Memahat rumah-rumah pinggiran
Lukisan kebohongan, berdiri dengan hentakan senyuman kepura-puraan
Tak ada kehidupan yang abadi
Dan Koruptor menyimpan wanita-wanita cantik di beberapa kota
Menutupi persoalan pribadi secara rapi

Koruptor sebutanmu, Koruptor
Selalu mencari cara agar kami semakin terpuruk
Ku aminkan dalam setiap doa dengan sungguh
Ku mohon pada Allah kerak nerakalah tempatmu jua

Penulis adalah aktivis GaSAK Bireuen dan Anggota LPMSA Universitas Almuslim

Aku Belum Menemukan Jawaban

Puisi Anti KorupsiOleh Eka Rinika

Aku belum menemukan jawaban
Atas apa yang telah para koruptor lakukan
Selama ini negeriku semakin miris saja dalam setiap pandangan
Beri aku jawaban atas kerakusanmu
Beri aku jawaban atas keangkuhanmu
Beri aku jawaban atas keegoisanmu
Kau hanya memupuk benih-benih kebahagian padamu sendiri
Bukan aku, bukan kami, bukan rakyat kecil
Yeah aku hanya mampu berjalan lalu menjenguk saudaraku
Dia kelaparan dalam sepi
Tak ada makan dia merintih
Keroncongan perutnya dililitnya dengan kain kafan
Esok mati, mudah sekali, lalu dikubur, selesai persoalan
Kadang aku disekap oleh perasaan sedih
Tetapi aku tak mampu berbuat apa-apa
Hanya sebaris doa dalam lantunan ibadah untuk saudara-saudaraku
Kalian harus tahu, kini rasa dan asa telah lama kami kuburkan
Kami tahu kami tak lagi bernyawa
Kami pasrah dalam setiap hembusan nafas-nafas terakhir
Kalian terus menata negeri dengan sederet peristiwa korupsi
Apakah ini jawaban atas doa-doaku selama ini?
Tolonglah, jangan kekang waktu dengan terus berpura-pura
Bermuka manis tetapi berhati serigala
Para koruptor seperti kalian tak pantas hidup
Karena sering ku dengar, sering ku baca
Kalian memandatkan pinta maaf karena khilaf
Ah kalian tak punya malu
Sama seperti hewan tak pernah menggunakan akal sehat
Parasit seperti kalian layaknya hidup dikubangan saja
Hotel mewah, mobil merci, uang berlimpah akan Tuhan ganti dengan api neraka
Itu janji Tuhan
Aku belum menemukan jawaban
Dan mengapa tak beriku alasan atas kekejian, kekejaman yang kalian lakukan bertubi-tubi
Koroptor adalah orang-orang tak waras di negeri gila yang diciptakan sendiri
Kalian masuk dengan salam pulang memberi harapan
Siapa kalian sebenarnya?
Setankah, ibliskah, roh jahatkah, jinkah, tuyulkah, kuntilanakkah, drakulakah
Lewat garis melingkar ku coba sudahi hujatan ini
Karena aku belum juga menemukan jawaban
Keresahan kebimbangan membuncah iman
Tak ada tanda-tanda jawaban yang tepat
Aku belum menemukan jawaban
Karena kalian tak pernah beriku pertanyaan
Mengapa sampai saat ini negeriku masih terjajah perilaku koruptif


Penulis adalah aktivis GaSAK Bireuen dan Anggota LPMSA Universitas Almuslim

Wawancara Eksklusif dengan M. Fadhil, Koordinator Aksi Galang Dana untuk Pendidikan Anti Korupsi

Wawancara Eksklusif
Sekolah Rakyat Anti Korupsi (SeRAK) Bireuen, sebagai sebuah lembaga pendidikan anti korupsi di Kabupaten Bireuen, menggagas acara penggalangan dana untuk pendidikan anti korupsi yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Juni 2013 di sekitaran kota Bireuen. Berikut wawancara Tim Blog Serak Bireuen dengan M. Fadhil, koordinator acara penggalangan dana untuk pendidikan anti korupsi, di sela-sela evaluasi kegiatan untuk hari pertama, berikut cuplikan wawancaranya :

Selamat Sore, selamat untuk Bang Fadhil yang telah menjadi sarjana dan diwisuda kemarin

Selamat sore dan Terima kasih

Mungkin Bang Fadhil bisa menjelaskan kepada pembaca blog Serak Bireuen tentang Sekolah Rakyat Anti Korupsi (SeRAK) Bireuen

Terima kasih. Kita ketahui bersama bahwa korupsi di Indonesia semakin hari semakin bertambah parah. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk membasminya namun masih saja terjadi dan bertambah ganas. Hampir setiap hari kita membaca di media massa tentang hal ini. 

Kita dari SeRAK Bireuen melihat bahwa Pendidikan Anti korupsi adalah langkah yang sangat terencana untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Banyak dari kita tahu apa arti kata korupsi, tetapi masih sangat kurang mengetahui bentuk, dampak dari koruspi itu sendiri. Dan hal ini mungkin juga yang menyebabkan banyak dari kita apatis dan seolah-oleh akibat dari korupsi bukan urusan mereka dan tidak mungkin berdampak terhadapap mereka. Namun pada kenyataanya tidak demikian. Kita tidak mau lulusan kampus kita yang mempunyai potensi sumber daya manusia hebat harus gagal karena rekrutmen untuk suatu 
pekerjaan dilakukan dengan cara koruptif. kita juga tidak mau harga bahan-bahan kebutuhan kita di Bireuen tinggi karena terjadi pungli berkedok pajak disepanjang jalan. Oleh sebab itu pendidikan anti korupsi ini penting. Dengan pendidikan kita percaya kita dapat menanamkan nilai-nila pendidikan anti korupsi pada generasi muda kita sehingga bisa melahirkan generasi baru yang jujur, bersih dan anti koruptif.

Hal inilah yang membuat beberapa beberapa tokoh civil society diantaranya Mukhlis Munir ( aktivis GaSAK ), Sudarman ( Aktivis BiMA ), Junaidi ( Aktivis RATA), Mukhtaruddin ( Pemerhati sosial ), Hambali Ilyas ( Tokoh Masyarakat ), Muhajir Juli ( Aktivis HAM ) berinisiatif untuk membuka kesempatan seluas – luasnya kepada semua pihak untuk belajar dan menggali pengetahuan dan berdikusi terkait gerakan anti korupsi. Untuk merealisasikan cita – cita tersebut di bukalah Sekolah Rakyat Anti Korupsi (SeRAK) sebagai wadah pembelajaran bagi semua pihak yang peduli terhadap pemberantasan korupsi.

Kembali ke kegiatan penggalangan dana, bagaimana jalannya kegiatan untuk hari ini?

Alhamdulilah kegiatan berjalan dengan lancar, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini seperti kawan-kawan SeRAK Bireuen, kepolisian, dan masyarakat yang sangat antusias untuk acara ini.

Bisa anda jelaskan bentuk kegiatannya seperti apa ?

Seperti kawan-kawan lihat, Kegiatan hari ini adalah salah satu rangkaian dari beberapa kegiatan yang kita rencanakan. Selain penggalangan dana di simpang empat bireuen dan sekitarnya, kita juga mengkampanyekan pentingnya pendidikan dan budaya anti korupsi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi khususnya di Kabupaten Bireuen. Kita akan melakukan orasi dan pembagian brosur dan memberikan pemahaman tentang hal tersebut. Kita berharap bahwa pendidikan anti korupsi bisa hadir di semua ruang pendidikan, seperti kampus, sekolah, dayah bahkan pendidikan usia dini. Untuk kegiatan ini sendiri kita rencanakan selama 2 hari, yaitu tanggal 11 juni sampai dengan 12 juni 2013.

Apa yang kawan-kawan Serak Bireuen harapkan dari kegiatan ini?

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi publik Bireuen dan keberlanjutan pendidikan anti korupsidi Kabupaten Bireuen. Kita sudah berhasil melaksanakan pendidikan anti korupsi untuk kalangan mahasiswa pada angkatan pertama. Alhamdulillah untuk angkatan pertama tidak hanya diikuti oleh mahasiswa yang ada di Kabupaten Bireuen tetapi juga beberapa mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Aceh Utara. 

Harapan kami acara hari ini bisa sedikit banyak mengetuk hati semua pihak yang ada di Bireuen terhadap isu anti korupsi. Mereka tahu bahwa isu ini adalah isu bersama. Korupsi membawa dampak yang sangat massif dan sepatutnya kita basmi bersama-sama. 

Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?

Semua siswa SeRAK Bireuen angkatan pertama serta dibantu oleh beberapa pihak seperti pengurus SeRAK dan beberapa kalangan yang peduli untuk isu ini

Jika ada masyarakat yang tidak bisa hadir untuk acara besok, apa bisa menyumbang ke kegiatan ini dengan cara lain, misalnya transfer rekening?

Kami mempersilakan masayarakat untuk berkunjung ke Sekolah Kami dengan alamat Jln.Jangka II, Dusun Ampeh Gampong Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Atau bisa langsung mentransfer dana tersebut ke rekening Serak Bireuen Bank BRI 3798.01.017428.53. Kita juga akan mempublikasi setiap sumbangan dari masyarakat di blog http://sekolah-antikorupsi.blogspot.com

Terima kasih Bang Fadhil, semoga sukses untuk acaranya.

Terima kasih


(Tim Blog SeRAK)

Siswa SeRAK Lakukan Aksi Galang Dana dan Kampanye Pendidikan Anti Korupsi

Berita Anti Korupsi
Aksi siswa Sekolah Anti Korupsi (SeRAK) Kabupaten Bireuen.
Bireuen- Sebagai upaya pelibatan masyarakat dalam melawan korupsi dan sebagai bentuk upaya mengkampayekan pendidikan anti korupsi bagi masyarakat, belasan siswa Sekolah Rakyat Anti Korupsi (SeRAK) Bireuen, selasa (11/6/2013) melakukan aksi galang dana dan kampanye pendidikan anti korupsi di Bundaran Simpang Empat Bireuen.

Koordinator aksi M Fadhil sekaligus siswa SeRAK dalam orasinya mengatakan aksi tindak pidana korupsi semakin meningkat di tengah-tengah kehidupan kita tanpa dibarengi dengan kesadaran kita terhadap prilaku korup itu merupakan musuh kita bersama maka mustahil korupsi itu bisa kita basmi.

“Korupsi telah membuat jutaan masyarakat tak mendapat kehidupan yang layak korupsi membuat roda kehidupan ekonomi kita morak marit maka tanpa dibarengi dengan kesadaran kita terhadap prilaku korup itu merupakan musuh kita bersama maka mustahil korupsi itu kita basmi” ujarnya dengan pegeras suara

Aksi yang direncanakan berlangsung selama dua hari ini cukup mendapat perhatian dari masyarakat yang berada di sekitaran Bundaran Simpang Empat. 


(Foto: Zulhelmi, portalkbr.com)
(Tim Blog SeRAK)

Talkshow Peranan Media Massa dalam Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi

Kegiatan dan Berita Anti Korupsi
Matangglumpang Dua. Sekolah Rakyat Anti Korupsi (SeRAK) Bireuen bekerjasama dengan Gabungan Solidaritas Anti Korupsi (GaSAK) Bireuen dan PT Radio Andyta 105,1 FM Matangglumpang Dua menyelenggarakan talkshow bertema Peranan Media Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jumat (8/ 6/ 2013), di studio Radio Andyta 105,1 FM Matangglumpang Dua.

Talkshow menghadirkan Hamdani (Wartawan Modus Aceh), Eka Rinika dan Fajri (Lembaga Pers Mahasiswa Suara Al Muslim) serta dipandu oleh Joe (Penyiar Andyta). Hamdani menjelaskan bahwa media saat ini menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya di Aceh. Hal ini bisa dilihat dari gencarnya media di Indonesia yang memberitakan kasus-kasus korupsi setiap harinya."Misalnya kasus terakhir, korupsi daging yang sangat menyita waktu masyarakat untuk menyimak dan hampir semua media massa di Indonesia memberitakan hal tersebut." paparnya.

Dalam kontek Aceh, sungguh sangat ironi provinsi yang diketahui telah menerapkan Syariat Islam tetapi korupsi masih saja terjadi. Hal ini pastinya sangat memalukan kita generasi muda di Aceh. Maka peran media massa dalam bidang pencegahan tindak pidana korupsi sangat penting untuk ditingkatkan dan digalakkan. "Media massa mendorong terwujudnya good governance (pemerintahan yang baik), karena media massa adalah salah satu sumber informasi publik yang diharapkan bisa menjadi alat berjalannya ke tiga prinsip pemerintahan yang baik, yaitu transparansi, akuntabilitas dan partisipasi." lanjutnya.

Sementara itu Eka Rinika juga memaparkan tentang pentingnya peran pers kampus dalam pencegahan korupsi baik di lingkungan kampus maupun pemerintah Kabupaten Bireuen. Pers kampus dan Media massa pada umunya sangatlah penting dan membantu dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi."Media dapat berfungsi sebagai kontrol, baik terhadap individu maupun lembaga yang memiliki peluang terjadinya tindak pidana korupsi." tambahnya

Senada dengan Eka Rinika, Fajri juga mengatakan bahwa peran dari pers kampus tidak jauh berbeda dengan peran media massa lainnya. Dalam skala kampus, pers kampus harus aktif untuk menyajikan informasi-informasi penting kepada mahasiswa terkait isu korupsi yang terjadi di kampus."Dalam beberapa bulan terakhir kita pernah memberitakan tentang indikasi korupsi yang dilakukan oleh oknum pemerintahan mahasiswa Universitas Al Muslim." jelasnya.

Talkshow yang berdurasi 60 menit ini berjalan santai dan menarik. Narasumber juga menangapi dengan tuntas beberapa pertanyaan dari pendengar radio yang sangat antusias mendengarkan acara ini.

(Tim SeRAK)

Mengenal Sosok Tokoh Antikorupsi Dunia, Bertrand Despeville

Tokoh Anti Korupsi
Pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lepas dari peran seorang tokoh bernama Bertrand DeSpeville yang merupakan ahli antikorupsi paling terkemuka di dunia. Pada 2001, DeSpeville diminta bantuan oleh Pemerintah Indonesia dengan bantuan the Asian Development Bank (ADB) untuk melakukan kajian tentang pembentukan KPK.

Setidaknya, kajian tersebut menghasilkan lima laporan final yang mencakup Manual of Operations – General, yang berisi tentang kelembagaan; Manual of Operations – Investigation, Manual of Operations – Preventions, Manual of Operations – Education and Public Relations, dan Manual of Operations – Prosecutions.

Hasil kajian tersebut kemudian menjadi acuan Tim Persiapan Pembentukan KPK di bawah Departemen Kehakiman waktu itu yang berujung pada terbitnya UU Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penunjukan DeSpeville tak lepas dari peran dan kariernya sebagai orang yang aktif pada berbagai kegiatan antikorupsi. Kariernya dimulai sebagai seorang pengacara yang memiliki pengalaman di sektor swasta dan publik di London dan Hong Kong dan menjadi jaksa di Hong Kong sebelum pindah fokus kepada isu korupsi dan good governance.

Karena karier tersebut, pria yang lahir di Inggris pada 16 Juni 1941 ini menjabat sebagai komisioner pada lembaga antikorupsi Hong Kong, Independent Commission Against Corruption (ICAC), pada 1993-1996.

Kemudian, setelah tidak menjabat lagi sebagai komisioner ICAC, sejak 1996 DeSpeville memfokuskan diri untuk berkontribusi kepada berbagai organisasi pemerintah dan organisasi internasional terkait dengan kebijakan dan penanganan praktik korupsi, misalnya di Uganda, Rusia, Pakistan, Lebanon, Meksiko, Mongolia, dan berbagai negara lainnya. Tak hanya itu, dari 1997 sampai dengan 2003, DeSpeville menjadi penasihat antikorupsi di Dewan Uni Eropa. 

Pada 1996, pria yang mempublikasikan berbagai buku tentang korupsi ini mendirikan Lembaga Konsultan de Speville &Associates yang berfokus pada bidang antikorupsi. Lembaga ini mengkhususkan diri dalam memerangi korupsi pada sektor publik dan swasta, sistem good governance, strategi dan kebijakan pencegahan antikorupsi, persepsi publik dan survei sikap terhadap korupsi, kode etik dan pedoman perilaku perusahaan, pencegahan korupsi sistemik dan pendidikan antikorupsi, serta pendanaan politik. Hingga kini lembaga ini telah menjadi konsultan untuk 48 negara di dunia.

DeSpeville akan berkunjung ke Indonesia pada 2-5 Juli 2012. Salah satu agenda kunjungannya, pria ini akan bertandang ke kantor kantor KPK untuk menjadi pembicara pada workshop intensif antikorupsi.

Pada workshop yang diselenggarakan dalam rangka memperkaya praktik internasional terbaik dalam pemberantasan korupsi ini, DeSpeville akan memberikan gambaran tentang visi dan standar internasional terbaik dalam pemberantasan korupsi. Selain KPK, kegiatan ini juga akan melibatkan anggota DPR, kepolisian, lembaga negara, dan media massa .

Sumber : kpk

Makam Para Koruptor

Puisi Anti Korupsi
Oleh : Jarjani Putra
Hujan masih saja engkau mengguyur
Membasahi setiap jengkal tanah
Masih saja larut melantunkan irama desingan gerimismu
Kodok, masih saja engkau ribut
Koruptor, masih saja engkau menebarkan senyumanmu
Manis sekali
Seolah kau tak berdosa
Masih saja kau lepaskan komentarmu yang tak senonoh
Di depan awak media
Anas urbaningrum
Kau juga tak pantas berbicara di depan awak media
Dengan komentarmu yang labil
Kau lontarkan kata-katamu
“Saya siap digantung di monas jika saya pernah makan uang Rp 1 dari hambalang”
Hujan, seharusnya kau guyur mereka
Kau guyur koruptor laknat itu
Tak pantas
Memegang amanah rakyat
Kodok, kau sorak mereka setiap hujan mengguyur membasahi tanah ini
Tak ada amanat yang mereka tepati untuk rakyat
Lugas, lungu, logis jualan mereka
Wahai om kodok
Tak ada pesan dariku untuk mereka
Hanya ada satu pertanyaan
Wahai om kodok
Layakkah mereka dimakamkan pada makam khusus para koruptor dengan nama makam para koruptor

Penulis adalah siswa Serak Bireuen dan Mahasiswa Universitas Al Muslim


Ritual Koruptor

Oleh : Jarjani Putra

Purnama malam engkau pernah deskripsikan kata bermakna untukku
Kau bisikkan pelan lewat rongga-rongga pembatas menuju telinga ini
Yang kadang memberi selamat atas kekayaanku berlimpah ruah
Memang jabatan yang ku punya akan menghantarkanku ke neraka Tuhan
Aku tak peduli
Sekarang aku bahagia
Kehidupan dengan kekuasaan dimana-mana membuatku terus diincar media
Aku terkenal
Tak peduli mereka memberitakan apa
Aku bangga ritual purnama malam semakin nyata beritahuku bahwa aku begitu bahagia
Puas sudah turut serta bungkus kenikmatan
Wahai purnama malam sudah sekian lama ku jalani ritual koruptor
Membangun relasi menentukan ide korupsi esok
KPK, Polisi, Mahkamah, Pengadilan, Kejaksaan tak mempan
Ku undang pengacara kondang
Lalu membelaku, perkaraku selesai
Hidup ini mudah
Uang mampu membungkam segala kesalahan
Purnama malam
Oh rupanya uang adalah kabar baik menggapai asa
Rakyat jelata jangan menggerutu di lorong-lorong sepi
Di antara rongsokan suaramu bak lalat saja membaui perjalananku
Tidak terlalu penting bagiku muntahkan saja teriakan itu
Tahtaku hebat
Hartaku banyak
Bila aku mau mampu ku berikan untuk tujuh turunan
Ritual koruptor sangat indah dari secercah harapan si tua renta tanpa usaha
Aku bahagia
Meski jadi tersangka
Aku masih bisa bebas berkeliaran
Tak seperti kalian
Mahasiswa bodoh yang cuma bisa berunjuk rasa menuntut hak
Tapi tak pernah menggapai hasil
Akhirnya anarkis tetap saja bawa pulang nihil
Aku tak peduli
Aku bahagia dengan usahaku
Purnama malam di dasar sana terdengar lagu yang ku nadakan tempo hari
Tentang kebahagian dalam jamuan keabadian
Sebenarnya aku telah mendapati surga sebelum Tuhan hadiahkan neraka untukku
Lepas purnama malam
Ritual koruptor ampuh mengatakan aku sungguh bahagia

*Penulis adalah Siswa Serak Angkatan I, mahasiswa Universitas Al Muslim

Sobat

Puisi Anti Korupsi
Oleh : Eka Rinika
SOBAT
Ingatkah siang-siang sebelumnya begitu membludaknya massa
Memikul bendera atas nama partai
Lalu bersorak sorai mendukung pasangan yang mengharap kursi kedudukan
Mereka bak tunggangan para elit politik yang rakus akan darah rakyat
Mereka berduyun-duyun dengan semangatnya menjejaki sudut negeri
Dengan rupiah kecil bertuahlah dalam bicara
Ah, padahal tak cukup pun untuk menghilangkan haus
Seraya dengan cita akan negeri damai dan sejahtera hanya gambaran saat berjanji
SOBAT
Dia yang saat ini berhasil berkat dukunganmu
Hanya senang berjanji tak senang menepati
Katanya sedikit lupa karena kita sudah tak lagi ada
Baginya kepentingan kelompok lebih penting ketimbang
Meratakan seluruh kepala keluarga dengan sekantong beras
Itulah realita yang sadis
SOBAT
Jangan heran! Bila suatu masa akan datang pencekal baru yang senang buat sensasi
Ialah ia yang tak lagi etis dalam berpikir dan bertindak
Bukan kesehatan dan kemakmuran rakyat yang jadi prioritas
Namun mempertahankan prinsip dan wibawa kenegaraan yang ingin dicapainya
Mengurusi hal yang tidak penting lantas menimbulkan konflik sejuta umat
Itulah pilihan mereka
Kita hanya bisa berkata
SABAR

*Penulis adalah aktivis GaSAK Bireuen, Anggota LPMSA Universitas Almuslim